HARIANEXPRESS — Akhir pekan ( weekend ) sering dimanfaatkan masyarakat untuk bersantai dan melancarkan rutinitas ketat demi melepas penat beraktivitas selama sepekan. Namun, euforia kebebasan di hari libur ini sering kali dibarengi dengan perubahan pola hidup mendadak yang tanpa disadari dapat memicu kadar kolesterol dalam darah.
Kolesterol merupakan zat lemak penting yang diproduksi oleh organ hati untuk fungsi sel tubuh. Meski demikian, akumulasi kolesterol berlebih dapat menempel di dinding pembuluh darah dan membentuk plak (aterosklerosis) yang memicu risiko penyakit jantung hingga stroke.
Mengutip dari EatingWell , terdapat tiga kebiasaan saat akhir pekan yang berpotensi merusak keseimbangan kolesterol dan metabolisme tubuh:
1. Mengonsumsi Makanan Cepat Saji dan Gorengan Berlebihan
Banyak orang memilih “istirahat dari dapur” saat akhir pekan dengan memesan makanan siap saji, gorengan, atau olahan daging berminyak. Jenis makanan ini umumnya sarat akan lemak jenuh dan lemak trans dari penggunaan minyak kelapa, minyak sawit, mentega, atau keju. Asupan lemak jenuh berlebih ini secara langsung akan meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) sekaligus menekan kadar kolesterol baik (HDL).
2. ‘Rebahan’ Seharian dan Minim Aktivitas Fisik
Rutin berolahraga pada hari kerja ( weekdays ) dapat menjadi sia-sia jika seseorang memilih untuk tidak bergerak sama sekali sepanjang akhir pekan. Menurut ahli gizi Michelle Routhenstein, RD, periode pasif yang terlalu lama seperti tidur-tiduran seharian dapat menurunkan kinerja enzim yang berfungsi membersihkan lemak darah. Dampaknya, kadar trigliserida akan membengkak sementara kadar HDL menurun. Olahraga teratur dengan durasi total 2,5 hingga 5 jam per minggu yang dibagi merata sepanjang pekan tetap disarankan.
3. Konsumsi Alkohol Lebihan
Mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan saat bersosialisasi di akhir pekan dapat memperlambat proses pembersihan trigliserida setelah makan. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini memicu peningkatan LDL dan menurunkan keberadaan HDL yang bertindak sebagai pelindung jantung.


