Rabu, 09 September 2026
Hot

Tren Olahraga Gen Z: Antara Gaya Hidup Sehat dan Ekspresi Media Sosial

Olahraga di kalangan Gen Z kini bukan lagi sekadar tren media sosial, melainkan sudah bergeser menjadi bagian penting dari gaya hidup sehari-hari.

Article ad before first paragraph

Sastria Danol Penulis | Ipnu Subroto Editor

Geliat olahraga di kalangan generasi Z (Gen Z) dinilai sudah bergeser menjadi bagian dari gaya hidup nyata, bukan lagi sekadar tren di media sosial demi konten semata, Rabu (9/9/2026).

Fenomena ini didorong oleh meningkatnya kesadaran anak muda terhadap kesehatan fisik dan mental mereka.

Pergeseran Tren Olahraga Gen Z

Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Malang (UM), Kurniati Rahayuni, S.Psi, M.Psi, Ph.D., mengonfirmasi adanya pergeseran positif ini. Menurutnya, aktivitas fisik kini sudah dipandang sebagai kebutuhan penting dalam rutinitas harian anak muda.

Article ad in the middle of article

“Olahraga atau aktivitas fisik saat ini menjadi sesuatu yang penting untuk dilakukan sehari-hari, bukan hanya tren media sosial,” ujarnya.

Karakteristik Unik dan Ekspresi Media Sosial

Gen Z memiliki cara tersendiri dalam berolahraga yang menggabungkan aktivitas fisik dengan estetika digital yang menarik. Mereka gemar membagikan rute lari, atribut olahraga yang modis, hingga momen kebersamaan dengan komunitas ke platform digital.

“Gen-Z itu unik, mereka menggabungkan aktivitas olahraga dengan sesuatu yang sifatnya itu menarik, atraktif, dan mungkin itu menarik untuk mereka bagikan di media sosial,” tambahnya.

Kurniati menilai ekspresi di dunia maya ini sama sekali tidak menjadi masalah selama esensi berolahraga tetap terpenuhi. Namun, ia mewanti-wanti agar tidak ada yang sekadar membagikan foto tanpa benar-benar melakukan olahraga tersebut.

“Meng-update aktivitas olahraga di medsos itu gak papa, asal tujuan olahraganya sudah tercapai, kadang ada yang cuma update tapi ternyata tidak olahraga beneran,” imbuhnya.

Ruang Ekspresi dan Kesehatan Mental

Kehadiran berbagai event olahraga santai seperti fun run juga memberikan ruang bagi masyarakat non-atlet untuk menguji kemampuan diri mereka. Hal ini memicu motivasi yang lebih besar di kalangan pencinta olahraga rekreasional.

“Orang-orang yang bukan atlet tapi gemar olahraga kadang butuh wadah untuk mengukur kemampuan mereka, nah event-event gini yang memunculkan motivasi,” jelasnya.

Selain kebugaran fisik, olahraga juga menjadi sarana bagi Gen Z untuk menjaga kesehatan mental mereka. Kurniati menepis anggapan bahwa generasi ini memiliki mental yang lemah dalam menghadapi tantangan.

“Gen-Z ini bukan generasi strawberry yang lembek, justru mereka mampu terbuka pada kondisinya dan apa yang mereka inginkan,” tegasnya.

Kendati demikian, ia mengingatkan agar setiap orang berolahraga sesuai dengan kapasitas fisik masing-masing tanpa didorong oleh ego semata. Hal ini sangat penting untuk menghindari cedera akibat memaksakan diri demi konten di gym.

“Contoh di gym, jangan hanya untuk memuaskan ego atau supaya bisa diunggah di media sosial, kemudian mengangkat beban yang sebenarnya belum waktunya,” pungkas Kurniati.

Article ad after last paragraph