HARIANEXPRESS — Suara dentuman dan benturan peluru plastik ( bb ) yang menghantam sasaran tembak bersahut-sahutan di salah satu Shooting Range, yang berada mall WTC Matahari Serpong, Kota Tangerang Selatan . Di balik kacamata pelindung, berdiri sosok-sosok wanita yang tampil fokus menggenggam unit tembak.
Olahraga ekstrem menembak—yang dulunya didominasi kaum pria—kini kian digemari oleh kaum hawa. Menembak tak lagi sekadar hobi khusus, melainkan telah bergeser menjadi gaya hidup modern yang menawarkan kombinasi antara ketangkasan, konsentrasi, gaya hidup, serta disiplin mental.
Ketertarikan Kaum Hawa: Antara Tantangan, Ketenangan, dan Sensasi Baru
Bagi banyak wanita, ketertarikan pada olahraga ekstrem ini didasari oleh keinginan untuk menguji batas diri dan mengasah fokus. Berbeda dengan olahraga fisik pada umumnya, menembak menuntut penguasaan diri dan tingkat konsentrasi yang sangat tinggi.
Antusiasme ini dirasakan langsung oleh sejumlah pegiat olahraga yang memotret wanita dari berbagai latar belakang:
Vera , salah satu anggota Cula Shooting Club , mengaku sangat menikmati olahraga ini karena mampu melatih fokusnya secara optimal. Karakter olahraga ini juga sangat sesuai dengan kepribadiannya yang menyukai hal-hal menantang.
Sementara, Bening menuturkan bahwa olahraga menembak memberikan sensasi yang sangat seru. Bagi Bening, mencoba hal baru yang memicu adrenalin namun tetap aman adalah alasan utama ia menggemari olahraga ini.
Lain halnya dengan Yasila , seorang pelajar, menjadikan menembak sebagai sarana melatih fokus dan konsentrasi di tengah kesibukan sekolah, menikmati sekaligus pengalaman olahraga yang seru dan mengasyikkan.
Selain melatih ketenangan mental dan konsentrasi, faktor keamanan diri (self -defense mindset ) serta dorongan untuk memecahkan stigma bahwa olahraga ekstrem hanya milik pria juga menjadi motivasi kuat generasi muda wanita terjun ke arena tembak.
Airsoft: Kategori Resmi AA IPSC Perbakin dan Langkah Awal Menuju Senpi
Dalam kancah olahraga nasional, airsoft secara resmi berada di bawah naungan Pengurus Besar Persatuan Menembak dan Berburu Seluruh Indonesia (PB Perbakin) yang masuk ke dalam cabangan Tembak Reaksi Action Air IPSC (AA IPSC).
Bagi para pemula, airsoft gun menjadi sarana pembelajaran dasar yang paling aman dan praktis. Melalui disiplin airsoft , para penembak diberi pemaham tentang prinsip dasar keselamatan menembak (gun safety rule ), mulai dari posisi berdiri ( stance ), genggaman ( grip ), penglihatan bidik ( sight picture ), hingga kontrol pemicu (trigger control ).
Penguasaan teknik pada unit airsoft ini menjadi batu pijakan penting sebelum melangkah ke jenjang menembak target yang menggunakan Senjata Api (Senpi) laras pendek. Dengan menguasai mekanik dasar di tingkat airsoft , para penembak memiliki fondasi fisik dan mental serta SOP yang matang saat saat menembak senpi.
Gaya hidup baru ini membuktikan bahwa penembakan bukan lagi arena yang kaku. Di tangan para wanita, pelatuk senjata bertransformasi menjadi sarana pembuktian ketenangan, ketangkasan, dan pembentukan kepribadian yang tangguh.


